Cahaya memegang peranan besar dalam membentuk suasana. Dengan memilih sumber cahaya yang lembut, sebuah ruang bisa terasa lebih hangat dan mengundang.
Mulailah dari satu titik fokus: lampu meja atau lampu lantai yang memiliki kap lembut. Lampu dengan kap kain atau kaca buram menyebarkan cahaya secara merata dan mengurangi kontras yang tajam.
Gunakan kombinasi intensitas: lampu utama yang redup plus lampu aksen di sudut baca atau meja kopi. Alternatif lain adalah lampu dengan dimmer yang memberi kontrol atas kecerahan sesuai suasana.
Lampu berwarna hangat (nuansa kekuningan) cenderung terasa lebih ramah dibandingkan cahaya putih terang. String light atau lampu kecil juga efektif untuk memberi tekstur visual tanpa mendominasi ruangan.
Liln atau diffuser aroma bisa menjadi pelengkap visual saat diletakkan rapi pada meja samping, tetapi selalu perhatikan faktor keamanan dan penempatan yang aman. Hindari menumpuk banyak sumber api di area yang sempit.
Eksperimen dengan penempatan: cahaya samping untuk membaca, lampu lantai di belakang sofa untuk kedalaman, dan aksen kecil di rak untuk menampilkan benda-benda favorit. Perubahan sederhana pada pencahayaan seringkali cukup untuk merubah mood seluruh ruangan.
